Sabtu, 31 Mei 2014
Step One
Hari kedua diawali dengan sarapan sampai kenyang dan lanjut ke touring merapi pake jeep. Asiiik. Seruu.. dan tuntas narsis, hahaha.. puas di merapi, pindah ke kebun buah naga. Sayangnya aku g kebagian buah naga buat oleh-oleh, hehe.. gpp. Yang penting tetep narsis :p Perjalanan dilanjut ke malioboro. Jalan kaki ampe gempor, belanja, dan telat balik ke bis, hehehe.. maap. Dan ketika rombongan beranjak pulang, aku tetep tinggal. Aku cuti bo! 3 hari! Dan dengan byk nya hari kecepit, maka rencana pulang ku adalah minggu depan. Yeay!!
Rencana awal ku di Jogja adalah: ngerjain tesis. Yup. Penuh konsentrasi aku belajar. Meski tidak mudah buat ku. Tapi selama di Jogja, aku bisa belajar smp jam 4 pagi, lo. Rekor... di sela-sela belajar ku itu, aku kepikirian, mumpung di Jogja, ga ada salahnya sekalian periksa ke Klinik Permata Hati nya RSUP dr. Sardjito. Oke. Senin, 26 Mei aku kesana. Sendirian. Bismillah... Oiya, Haid terakhirku tgl 22 Mei, jadi pas kesana itu hari ke-5. Aku berangkat jam 10 lewat, perjalanan sekitar 15 menit (termasuk jalan dari parkiran dan tingak tinguk), diproses pendaftaran jam 11.45, dan dipanggil masuk jam 12-an, alias ga lama sodara-sodara. Oke, aku dipanggil masuk, ganti sandal, dan.. first meeting dg dokter Dwi Haryadi, Sp.OG (K). Hmm.., dokter nya masih muda sekitar 45 th (tyt bener lo, kelahiran thn 1969).
Dokter bertanya keluhan ku singkat, dan aku juga jawab singkat. Intinya, sudah 6 thn menikah, dan aku pengen punya anak . Dengan cepat dokter menanyakan riwayat kesehatanku. Mulai dari siklus menstruasi sampai ada tidaknya alergi juga riwayat penyakit dalam. Alhamdulillah semua aman. Pak dokter sopaaan banget, pake minta ijin buat USG trans V. Aku oke, dan diminta buang air kecil dulu. Daaan, inilah pengalaman pertama ku USG trans V. Liat alatnya, aman, ga takut. Pertama jelas kaget dan perasaan tak nyaman muncul. Tapi dokter memintaku liat ke layar, jadi lama-lama aku rileks. Di layar dokter nunjukin, ini rahim, trus apa gitu yg kanan sama yg kiri. Semua terlihat normal. Alhamdulillah.. Pemeriksaan USG trans V selesai dan sama sekali tidak sakit, dokter meminta ku untuk pemeriksaan lanjutan. Dan sesuai dengan dugaan ku, pak dokter yg ramah banget itu memintaku untuk HSG. Oke, mari kita jadwalkan. Dokter memberi range waktu tgl 29 – 31 Mei yang artinya itu hari ke 8 – 10. Aku tidak diberi obat apapun, dan pemeriksaan hari itu selesai dengan diagnosa infertil primer 6 tahun, diminta HSG dan kontrol kembali tgl 2 Juni. Keluar dokter ruang periksa, menyelesaikan administrasi, dan langsung bawa surat pengantar dokter ke bagian radiologi buat minta jadwal HSG.
Oiya, hari pertama ini biayanya habis Rp 414.000,- (pendaftaran 12.500, konsultasi dokter 115.000, dan USG trans V 286.500). balik lagi ke radiologi, krn tgl 29 dan 31 itu hari libur, maka aku dijadwalkan HSG tgl 30 Mei. Setelah dapet jadwal aku pulang. Sampai tahap ini, semua masih baik-baik aja. Selama menunggu hari untuk HSG, aku balik ke kesibukan semula. Buka jurnal, belajar smp puyeng, hehehe..
Tarararara... hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Jam 7 pagi hari Jumat, 30 Mei aku siap-siap ke Sardjito. Ternyata oh ternyata, antrinya panjaaaang. Berkas pendaftaran ku jam 8,30 tapi diproses jam 09.45. Untungnya aku ga kurang akal. Jam 9.15 namaku blm dipanggil juga di bagian pendaftaran, aku ke ruang periksa yang udah kasih jadwal. Tanya ini itu, dan langsung dikasi resep obat yg harus ditebus buat HSG. Jadi, sambil nunggu berkas pendaftaran ku, persiapan HSG ku juga jalan.
Selesai urusan administrasi, dokter Ari yang akan menangani HSG ku memberi penjelasan tentang proses HSG yang akan dilakukan, bla bla bla, dan aku diminta menandatangani pernyataan. Selama ada yg belum jelas, aku bebas bertanya dan dokter menjelaskan dengan sabar. Oke, mari kita masuk ke the real battle. Aku sudah browsing apa itu HSG dan langsung khawatir proses nya sakit. Lutut ku sudah lemas, campuran antara takut dan berani. Aneh kan? Dan mulailah aku dipersiapkan, pake baju bedah, berbaring di meja besar, difoto awal. Dan mulailah sesi yang mendebarkan. Well, awalnya aku takut dan malu-malu. Jelas sekali tidak nyaman dan aneh. Tapi berulang kali dokter Ari dan yang bantu (dokter juga ya atau bukan?) memintaku untuk rileks, dan buka kaki selebar-lebarnya. Aku berusaha nurut, meski ga mudah, dan berkali-kali menyusahkan. Lalu ada dokter senior dateng dan menyapa. Aih aih... ni para dokter kok ramah banget ya. Dan mulailah aku rileks. Kuturuti semua kata dokter. Dan... selain rasa tak nyaman ketika kateter dimasukkan tidak sakit lo. Jangan senang dulu, pertunjukan belum selesai. Dan sesi pemotretan pun dimulai. Dokter Ari sudah mengingatkan bahwa mungkin akan muncul rasa mules. Dan benar saja, begitu cairan kontras dimasukkan, mules nya ngalahin kalo lagi dapet. Tapi masih bisa ditahan, kan cuma sebentar.. posisi depan, miring kiri, dan miring kanan. Dan olala, cairan kontras 20 ml yang digunakan ternyata kurang. Jadi, nambahlah tagihan cairan kontras ku. Selesai, kateter dilepas dengan hembusan napas panjang ku, dan tidak sakit. Sekali lagi, semua proses, disamping rasa tidak nyaman yang jelas muncul, tapi tidak sakit . Dan selama proses tersebut, selain dokter Ari dan yang bantu, juga operator alat, dokter senior juga memantauku dari awal dengan wajah ramahnya. Berulang kali aku bertanya dan dokter menjawab dengan jawaban yang menentramkan. Senangnya... dan jam 10.30 semua proses udah beres.
Oiya, administrasi pendaftaran biayanya 2.000 ditambah tindakan HSG biayanya 154.250 jadi totalnya Rp 156.250,-. Kemudian obat yang harus ditebus untuk proses HSG sebesar Rp 161.700,- dan cairan kontras tambahan (karena kurang) sebesar Rp 90.350,-. Jadi total hari ini sebesar Rp 408.300,-.
Selesai semua proses, aku merayu dokter agar hasilnya bisa ku ambil hari ini juga, karena besok aku harus pulang ke batang dan tgl 2 Juni yang seharusnya aku kontrol ke dokter Dwi aku harus ke Bandung. Alhamdulillah dijanjikan bisa diambil jam 4 sore. Jadilah jam 3.15 aku balik lagi ke Sardjito, ambil hasil HSG dan langsung telp dokter Dwi agar bisa konsultasi di tempat prakteknya. Dijanjikan jam 5 sore di klinik An-Nissa. Cuuuzz.., sampailah aku disana, sudah ada 3 pasien, 1 sedang diperiksa, yang 2 sedang antri. Begitu adzan magrib aku solat sambil menunggu giliran dipanggil ke ruang dokter. Ga lama, aku dipanggil masuk. Dokter ramah menyapaku sambil menanyakan mau ke Bali ya, engga dok ke Bandung. Dokter tertawa, sama-sama B nya. Dan mulailah kami membahas hasil HSG tadi. Suami ikut ndengerin lewat telp.
Daaaaan... kesimpulan nya adalah: kedua tuba ku non patent alias buntu total mulai dari pangkal. Well, aku sudah baca hasilnya jadi ga kaget. Dan mulailah kami membicarakan apa yang harus dilakukan. Pilihan ku hanya dua: laparoskopi atau bayi tabung. Kalau laparoskopi maka akan dilakukan pembedahan (meski minimal) untuk melihat apakah sumbatan nya masih bisa dibuka. Kalau masih ya berarti dibuka, tapi kalau tidak berarti pilihanku kembali ke bayi tabung. Melihat kasus ku yang buntu mulai dari pangkal, maka menurut dokter ini sudah kronis, artinya sudah menahun, artinya lagi, sudah sulit mencari penyebab awalnya, yang artinya pula sulit penyelesaiannya. Dokter juga menyampaikan bahwa menurut pengalamannya, penyumbatan yang bisa dibuka itu biasanya 1/3 atau maksimal ½ dari saluran tuba. Yang mana pada kasusku, sepanjang tuba ku buntu sehingga itu pekerjaan sangat besar. Lalu kenapa dokter menyarankan laparoskopi? Karena sebagai bentuk ikhtiar, siapa tahu masih bisa dibuka, meski dokter tidak yakin. Dan pembicaraan selanjutnya mulai teknis, kalau laparoskopi kapan bisa dilakukan, dan kalau bayi tabung kapan bisa dimulai prosesnya. Jelas perkara besar ini harus dipertimbangkan masak-masak. Konsultasi diakhiri dengan dokter memberiku pengantar laparoskopi di klinik Permata Hati atau kalau mau bayi tabung aku tinggal dateng aja ketemu dokter. Biaya konsultasi Rp 55.000,-
Keluar dari ruang praktek, aku masih lanjut telp sama suami sampai setengah jam lebih. Lalu aku pulang. Sepanjang perjalanan naek motor, aku nangis. Kecewa, jelas. Sedih, jelas. Pertanyaan kenapa terjadi padaku, jelas. Meski pertanyaan itu ku buang jauh-jauh. Well, aku tau aku istimewa. Tapi aku ga mungkir kalau aku sedih. Mental ku dari awal siap untuk inseminasi buatan yang artinya kedua tuba ku patent. Tapi sekarang pilihan ku hanya dua. Dua pilihan yang sama-sama sulit. Dua pilihan yang sama-sama mahal. Entahlah. Belum dibahas lagi. Aku hanya yakin bahwa Alloh selalu memberi yang terbaik untuk ku.. Yassir umuuronaaa... aamiin..
Rabu, 12 Februari 2014
(Masih) harus berjuang (lagi)
Ya Alloh, robbishrohlii shodrii wa yassirlii amrii
Kecewa itu pasti...
Minggu, 29 Desember 2013
Moments i do not want to forget
Udah lama bgt sbnrnya pgn jalan-jalan ma suami. Semacam honey moon yg tertunda ato emg dasar hobi jalan-jalan?? Hahaha.. oke, disepakatilah ke jogja, sekalian urusin kampus..
Berangkat dr Batang hr Kamis pagi 26 des.. sampai jogja mas wawan nginep d mas aba, n aku nginep d kos ihya. Dan petualangan pun dimulai...*drumroll..
Hr jumat pagi capcus lah aku k kampus. Urus ini itu, selesai, lgs go. Pertama adalah ke gramedia (di luar skenario) meski lg ada bazar, tp tyt kami keluar tanpa bawa sebiji pun buku, wkwkwk.. setelah makan siang di roemi lanjut lah kami ke boko. O la la... cuaca cerah pas bgt buat menikmati sunset. Serasa pacaran lg. It was the best sunset i've ever seen with him :) dan.. hr itu diakhiri dg makan malam di pak toat (selera tak pernah berubah)
the next day, hari Sabtu, 28 des setelah urusan kampus selesai awal nya mau ke taman sari. Tapi tyt kami ke ulen sentalu dulu. Suerr, the must visit one! love it! Perkenalan singkat dg dinasti mataram. Dilanjut makan siang sate kelinci, dan meluncur lah kami ke taman sari. Nyesel jg di taman sari kami ga pake jasa guide, jd ngasal kan akhir nya... yang penting poto-poto. Hahaha, teteeeep... Menjelang magrib, ni perut udh protes aja. Akhirnya makan deh di kedai rakyat jelata. Ditemani lantunan lagu-lagu mas djaduk ferianto, makan malam itu menjelma menjadi the best romantic dinner with him :) love it!! Daann, hari blm berakhir, kami tutup dgn nonton berdua... aih aih.. sempurna!! Alhamdulillah...
Masih ada hari esok :p
P.s.: sebenarnya ke taman sari dan makan malam nya tidak hanya berdua, tapi demi terlihat mesra, maka dua adek super rempong terpaksa tdk ditampilkan dalam kisah ini :p
On holidays ticket:
boko @25k parkir 2k
Ulen sentalu @30k parkir gratis
Taman sari @4k parkir 2k
Sate kelinci 15tusuk dan teh botol 28k
Makan malam berempat 52k
Nonton @50k parkir 2k
*wkwk tyt yg tradisional lbh murah drpd yg modern :p
Rabu, 27 November 2013
Renungan
Gusti Allah Maha Adil. Sungguh. Aku sangat percaya. Aisyah istri Kanjeng Nabi SAW tidak dikaruniai putra. Tapi Beliau jelas masuk surga. Lha kita2 ini??? Kelak siapa yg mendoakan ku? Siapa yg akan bersaksi untuk ku? Galau. Sungguh. Jk byk kwn yg bljr dr hadir nya si kecil di tengah keluarga mrk, aku hy termangu. Aku hrs belajar sendiri untuk sabar, nrimo, lapang dada, hingga husnudzon. Itu sulit kawan. Sungguh. Jk sebagian lg diberi keterbatasan nafkah duniawi, tp semangat itu ttp ada, demi wajah2 polos mereka. Tp aku? Alhamdulillah, tak pernah kekurangan, tp kebahagiaan itu blm sempurna, kawan... saat ini aku hy bs iri. Salahkah??? Sungguh perasaan yg ku benci, tp aku tak kuasa menyisihkannya. Perlahan namun pasti, rasa itu muncul. Membuatku sekali lg merasa sunyi.. dan betapa berat rsnya menghadapi dunia. Tapi suamiku tercinta selalu menyanyikan lagu ini untuk ku:
Hadapi dg senyuman, semua yg terjadi, biar terjadi....
Hadapi dg tenang jiwa, semua kan baik-baik saja....
Bila ketetapan Tuhan, sudah ditetapkan, tetaplah sudah....
Ya Allah... cukupkah kesabaran kami menerima ketetapan Mu menjadi bekal kami menemui Mu??? Menemui kekasih yg selalu kami rindu, Kanjeng Nabi SAW???
Engkaulah tempat kami berserah... Ijinkan kami senantiasa dalam cinta Mu..
Amin...
Kamis, 14 November 2013
30 (tiga puluh)
Yang istimewa adalah perasaan ku sepanjang hari. Bersyukur tak henti2. Hidupku terasa penuh rona warna dan bahagia. Semua jadi istimewa. Sungguh aku bersyukur sudah sampai di titik 30. Meski rasanya belum berbuat apa2. Meski rasanya masih banyak mimpi yg blm terwujud. Tapi sungguh aku bahagia. Angka itu menari-nari sepanjang hari. Menjadi lentera bahwa hari esok yakin akan jauh dan jauh lebih baik. 30 tahun telah terlewati. Begitu banyak syukur yang harus terucap. Sungguh benar, jika kita hitung nikmat yang telah kita terima, sama sekali kita tak bisa menghitungnya. Bagai bintang di langit, nikmat itu tak terkira banyaknya. ‘Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.
Besok-besok kalau ngerasa Tuhan tak adil, inget2 ini yaaa.. 30 tahun berlalu. Ada suka ada duka. Situasi kayak gini, yang keinget sukaaaa mulu. Duka ada. Tp tyt tak sebanding dengan semua karunia yang telah kunikmati. Lahir sempurna. Luar biasa. Bisa nangis terharu kalo inget itu. Selamat melalui 30 tahun ini. Meski masih banyak ketidaksempurnaan, tapi bukankah semua itu menjadi cambuk agar 30 tahun yang akan datang harus lebih baik dilalui? 30 tahun sudah. Ibarat kata orang, maka aku dewasa. Tahapan kehidupan juga sudah terlalui sebagian. Ihda kecil yang cuma main doank, ngerjain adek2, bandel tapi pinter (*ngeles). Masa SMP mengenal temen2 yg buanyak. Sungguh bahagia. Serasa mau jadi apa aja bisa (*jadi wonder woman, kaliii..). Kesasar di terminal terboyo sampai curi2 waktu buat jalan2 ma temen2. SMA? Biasa aja, hahaha... ya gitu deh... Jadi provokator bolos, selebihnya sih anak baek dan rajin kok. Kuliah, jangan tanya. Nonton midnight (*oh tidaaakk), jatuh dari motor tiap bulan, dihipnotis di angkot (*dg tampang ikhlas tak kasi duit 3000. Secara yg hipnotis ga liat apa kalo aku cm mhs yg lg kehabisan uang saku, xixixi..), TePe2 kemana-mana, maen kemana-mana, yang penting bon makan ga dimana-mana, piss.. 30 tahun yang indah.
Mengenalnya membuat hidupku semakin indah. Awal-awal sih jelas nyebelin banget. Udah ga ganteng kepedean pula (*siap2 ditimpuk ntar malem nih). Tapi banyak yang kemudian ku syukuri. Sungguh. Dia mengajari ku banyak hal dalam hidup. Dia memberi perspektif baru yang selama ini tak pernah ku lirik. Dia memberi warna-warni yang sangat indah. Warna indah itu lengkap dengan hitam nya lo yaa.. He is whom i can’t life without. 30 tahun sempurna buatku. Alhamdulillah. Masih ada 30 tahun lagi yang harus diisi dengan lebih sempurna. Harapan dan impian yang tertunda semoga lekas tercapai. Graduate and babies? Amin amin ya robbal ‘alamin..