Rabu, 16 Agustus 2017

OUR IVF JOURNEY - PART 3

Jangan lupa baca postingan part 1 dan 2 sebelumnya ya. ini blogger nya ndeso banget ga tau cara insert link biar langsung klik gitu. Maap yaaa..

Tgl 31 Juli (H6) sukses disuntikin dokter gonal f dan cetrotide. Tgl 1 Agustus (H7) aku juga sukses suntik sendiri gonal f dan cetrotide. Sesuai perjanjian, tgl 2 Agustus (H8) aku kontrol lagi ke dokter. Langsung cek sel telur. Sekilas dokter bilang kok respon nya melambat. Tapi ga papa. Hasil USG uterus three layer + 9 mm, ovarium kanan ada 4 sel telur gendut dengan ukuran 16, 12, 10, 12; dan di ovarium kiri ada 3 sel telur gendut dengan ukuran 16, 15, dan 18. Lalu dokter memutuskan malam itu aku disuntik gonal f @225, cetrotide 12,5; dan ovidrel 25. Buat besok aku masih dibawain suntikan cetrotide 12,5. Kata dokter masih ada 2 hari buat gendutin lagi sel telur. Jadi diputuskan bahwa lusa tgl 4 Agustus (H10) akan dilakukan OPU (Ovum Pick Up). Dokter lalu membuat surat pengantar untuk dibawa ke klinik Permata hati di RSUP Dr. Sardjito untuk persiapan OPU. Diantaranya adalah harus cek darah lengkap dan konsultasi dengan dokter anestesi. Oiya, OPU di Permata Hati dibius jadi ga terasa.

Rekap biaya:
- Kontrol dokter, gonal f, cetrotide dan ovidrel serta usg Rp 3.377.750
Total Rp 3.377.750
Total I + II + III = 9.693.500 + 5.218.400 + 3.377.750 = 18.289.650

Keesokan harinya tgl 3 Agustus (H9) aku langsung ke Permata hati. Setelah mendaftar aku langsung dikasih rujukan untuk cek darah di lab Sardjito. Setelah diambil darah sebanyak 3 tabung seukuran jari telunjuk aku balik lagi ke Permata Hati. Ada sesi wawancara kecil sebelum ketemu dokter anestesi. Akhirnya jam 13.00 hasil cek darah ku keluar dan jam 14.00 aku bisa ketemu dokter anestesi, dokter Aswin dan duh satu lagi kok lupa ya. Alhamdulillah kondisi ku prima. Untuk persiapan OPU keesokan harinya aku harus puasa makan minum mulai jam 00.00. OPU ku dijadwalkan jam 08.30 tapi jam 07.30 aku dan suami harus sudah sampai di Permata Hati untuk persiapan. Setelah beres semua, aku pun pulang dan istirahat buat besok. Di Permata Hati ketemu perawat-perawat yang ramah. Di meja pendaftaran ada mb Ayu. Di dalem klinik ada mb Umi, mb Safa, Mb Desi dan banyak lagi yang aku ga hapal nama tapi hapal wajah. Hahaha..

Rekap biaya:
- Cek lab (darah lengkap dan administrasi) Rp 513.000
- Permata Hati (administrasi dan konsultasi anestesi dr. Yunita Widyastuti) Rp 128.000
Total Rp 641.000
Total I + II + III + IV = 9.693.500 + 5.218.400 + 3.377.750 + 641.000 = 18.930.650

Sabar yak buat kelanjutan ceritanya...

OUR IVF JOURNEY - PART 2

Baca part 1 di postingan sebelumnya ya

Alhamdulillah berhasil suntik suntik gonal f selama 4 hari (yang pertama disuntikin pak dokter dink). Suntik gonal tgl 27 – 30 Juli (H2-H5) dengan dosis @225. Akhirnya tanggal 31 Juli (H6) jam 9 pagi aku sudah duduk manis lagi di lab Pramita. Karena hari Senin, praktek dokter Cuma sampai maghrib, maka aku minta hasil tes nya diemail jam 3 sore. Deal. Sukseslah aku diambil darah. Lebih sakit dari yang pertama kemarin. Hiks. Ga papa lah.

Akhirnya jam 5 sore aku baru nyampe di tempat praktek dokter. Kasian para perawat keliatan hectic banget. Maklum pasien rame menjelang maghrib. Akhirnya aku dipanggil juga. Masuk, nunjukin hasil lab, dokter bilang, respon nya bagus (respon gonal f). Oke sekarang waktunya cek sel telur nya udah gendut belum. Hasilnya uterus three layer + 9 mm, ovarium kanan ada 3 sel telur gendut dengan ukuran 12, 12, 10; dan di ovarium kiri ada 3 sel telur gendut dengan ukuran 14, 10, dan 11. Akhirnya dokter memutuskan melanjutkan suntik gonal f dengan dosis tetap ditambah cetrotide dengan dosis @12,5. Sore itu aku disuntik dokter sekali. Jadi masih bawa pulang gonal f dan cetrotide buat disuntik besoknya.
Yang keren, setiap box gonal f itu kan dosis total 900, padahl aku butuh Cuma 450 untuk 2 hari. Sama dokter disuruh bayar yg mau dipake aja trus pas kontrol dibalikin. Terima kasih dokteeer.... Jadwal kontrol lagi tgl 2 Agt (H8)

Hasil Lab:
- LH 3,58
- Estradiol 710,00

Tetep ga ngerti artinya. Hahahaha... dokter Cuma bilang respon nya bagus.

Rekap biaya:
- Cek hormon di laboratorium (diskon 20% dengan rujukan dr. Dwi) Total Rp 727.200
LH Rp 320.800
Estradiol Rp 406.400
- Kontrol dokter, gonal f, cetrotide serta usg Rp 4.491.200
Total Rp 5.218.400
Total Biaya = Total 1 + Total 2 = Rp 9.693.500 + Rp 5.218.400 = Rp 14.911.900

Oke, segini dulu. Besok update lagi kalau sudah ketemu dokter lagi.

Jumat, 28 Juli 2017

OUR IVF JOURNEY - PART 1

Setelah mengumpulkan keberanian dan biaya beberapa tahun, akhirnya kami memutuskan melangkah lagi. Kali ini kami memutuskan IVF di Jogja. Dengan dokter Dwi Haryadi yang memang dari awal sudah tahu kondisi ku. Oke let’s start a huge jump.

Sejak sebelum bulan puasa, kami sudah memutuskan untuk IVF setelah lebaran. Maka pas kebetulan ada acara kantor di Jogja, aku langsung periksa ke klinik dr. Dwi di jakal km 13,5. Pas kontrol ga dikasih apa-apa sih karena aku cuma bilang ke dokter kalo mau ivf abis lebaran. Dokter bilang oke dan aku dikasih resep folavicap (folic acid 1000 mcg) untuk 30 hari. Dokter sempet nanya hasil AS suami. Tapi karena ke dokter nya tanpa rencana ya aku ga bawa.

Hari-hari berlalu. Bolak-balik kami mematangkan rencana ivf ini. Maksud nya dibicarakan berdua gitu... hehehe.. persiapan biaya terutama. Dan begitu cepatnya waku berlalu udah lebaran aja. Abis lebaran masih bingung sih kapan ke Jogja. Berapa lama kudu ambil cuti. Kudu berdua atau bagaimana bla bla bla. Nah kebetulan pas aku ada acara kantor di Semarang. Dari jadwal yg seharusnya 3 hari, ternyata 2 hari sudah selesai. Akhirnya aku cus ke Jogja buat konsultasi ke dr. Dwi. Sendirian seperti biasa. Aku bilang ke dokter minggu depan kemungkinan saya mens. Berarti bisa langsung ivf ya? dan harus cuti berapa lama? Dokter menyarankan 3 minggu cuti sekaligus memberi rujukan buat cek hormon di laboratorium pada hari kedua mens. Dokter nya baik... harusnya cek hormon itu hari pertama mens. Tapi karena aku jauh dari Batang yang 6 jam perjalanan lebih, akhirnya disuruh cek nya hari kedua.

Ternyata tanggal 26 Juli (H1)aku mens, so harus segera berangkat ke Jogja. Segera wa pak dokter untuk memastikan langkah. Dokter bilang oke, berangkat lah aku ke Jogja. Sendirian dong... hehehe.. tanggal 27 Juli (H2) pagi sebelum jam 09.00 aku udah duduk manis di lab pramita. Jangan tanya kok di pramita ya. Rujukan dokter kesitu soalnya. Hehehe. Aku diambil darah 2 tabung seukuran jari telunjuk untuk cek hormon LH, FSH, estradiol dan AMH. Hasil lab bisa diambil ke kantor dan diemail. Aku minta diemail. Karena hasil lab keluar jam 7 malem dan aku harus langsung kontrol ke dokter bawa hasil lab itu.

Setelah drama yang bikin aku deg-deg an karena jam 7 malem hasil lab belum ku terima via email, akhirnya aku telpon ke lab berkali-kali. Setelah ku terima aku langsung ke klinik naik gojek (thanks gojek yg nemenin kemana-mana). Sampai di klinik pasien udah habis. Kayaknya dokter emang nungguin aku. Karena sebelumnya aku udah ngabarin kalau mau kontrol sambil bawa hasil lab. Ga pake antri, langsung masuk deh. Dokter lihat hasilnya, lalu nanya jadi mau ivf sekarang? (siklus sekarang maksudnya). Aku jawab iya lah dok. Udah cuti nih sesuai perintah dokter. Lalu aku di usg trans v buat ngecek calon sel telur. Hasilnya ada 3 calon sel telur di ovarium kanan, dan 2 calon sel telur di ovarium kiri. Trus dokter bilang, kalau gitu malam ini mulai disuntik ya. Akhirnya aku diajarin dokter nyuntik gonal f di seputar pusar. Pada dasarnya aku parno banget liat jarum. Bawaan e langsung lemes biasanya. Tapi alatnya cakep dan ternyata ga sesakit waktu ambil darah buat cek lab jadi kayaknya aku berani deh nyuntik sendiri. Aku diberi obat suntik gonal f untuk 4 hari dengan dosis @225, jadi total 900 untuk 4 hari. Karena sudah disuntikin dokter sekali berarti aku tinggal nyuntik sendiri 3 kali. Setiap malam sekitar jam delapan. Selesai. Pulang. Dijadwalkan setelah obat suntik habis cek hormon lagi di lab dilanjutkan pemantauan sel telur. Kudu dilihat respon nya setelah disuntik-suntik. Semoga respon nya baik ya.. oiya, pak suami diberi multivitamin untuk dikonsumsi selama sebulan setelah aku tunjukin hasil AS bulan Juni.

Hasil Lab:
- LH 6,15
- FSH 5,72
- Estradiol 56,17
- AMH 1,12
Ga ngerti artinya juga sih. Hahaha.. Cuma kata dokter bisa lanjut ivf.

Rekap biaya:
- Cek hormon di laboratorium (diskon 20% dengan rujukan dr. Dwi) Total Rp 1.612.000
LH Rp 320.800
FSH Rp 324.800
Estradiol Rp 406.400
AMH Rp 560.000
- Kontrol dokter, gonal f, obat pak suami serta usg Rp 8.081.500
Total Rp 9.693.500

Oke, segini dulu. Besok update lagi kalau sudah ketemu dokter

Jumat, 19 Februari 2016

Baby Program (End)

Hari Jumat, 12 Feb 2016 kemarin akhirnya OPU. Pagi jam 10.30 kami baru sampai Gladiool. Setelah urus administrasi kami nunggu dipanggil. akhirnya preparasi sperma selesai jam 11.00. Trus langsung ke masjid buat mandi sekalian solat jumat. Karena jadwal Opu ku masih jam 14.00, akhirnya kami jalan-jalan dulu ke matahari sekalian makan siang. Balik ke Gladiool nunggu sebentar langsung dipanggil. aku dikasi obat yang dimasukkan lewat belakang. Aneh, hehe.. katanya sih itu obat pereda nyeri. obatnya kayak lilin. begitu masuk, rasane kaya kebelet p*p. Nunggu sekitar setengah jam akhirnya aku dipanggil untuk proses OPU. Prosesnya sih mirip HSG. Alhamdulillah OPU berjalan lancar. kami dipersilakan menunggu, nanti dokter akan menjelaskan bagaimana hasil sperma dan OPU hari ini.

Tak lama, kami dipersilakan masuk ruang dokter. Dokter memberikan penjelasan bahwa hasil preparasi sperma suami ternyata OAT (padahal hasil tes sebelumnya normal T_T) dan dari proses OPU diambil 3 folikel tetapi hanya 2 oosit yang didapat. Dokter juga menjelaskan bahwa nanti akan menggunakan metode ICSI mengingat kondisi sperma suami. Hasilnya bisa diketahui sekitar 3 hari lagi.

Aku dikasih obat untuk diminum sampai nanti proses ET. Obatnya: Zibramax-500 (anti biotik), Utrogestan, cyclo progynova (diminum tablet putihnya aja), dan folac (asam folat 450mg tapi ga ku tebus karena di rumah udah punya produk sejenis)

Proses hari ini menelan biaya:
- OPU + preparasi sperma 6.000.000
- Fertilisasi 2 oosit 2.000.000
- Obat-obatan 648.000
- BBM 180.000
- Makan 50.000
Total 8.878.000
Biaya yang telah dikeluarkan sebelumnya 5.193.500
Jadi total keseluruhan 14.071.500

Akhirnya hari Senin, 15 Feb 2016 jam 12.00 aku nelp ke Gladiool karena ada 3 missed call dari sana. Dan hasilnya: setelah dilakukan ICSI tidak terjadi pembuahan seperti yang diharapkan. tidak terbentuk zigot. jadi, tidak bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu ET.

Well, sedih dan kecewa jelas. dan hari ini sudah genap seminggu berlalu masih saja susah hati. rasanya, mood ku hilang. masih keinget semua tahapan yang kami lalui. tapi kami harus move on kan ya... oke, kita break dulu 3 bulan ini. konsentrasi ke renovasi rumah (lupa belum nulis di blog, hehe).

Semoga Gusti Allah meridloi seluruh langkah kami..

Kamis, 11 Februari 2016

Baby Program (Lanjutan)

Akhirnya tamu bulanan dateng tanggal 2 Feb 2016. Maka dimulailah proses minum meminum obat dan suntik menyuntik. Dipthen yang harus ku minum mulai mens hari ke-3 (MH3) ku beli di apotik asli sebanyak 1 strip isi 10 tablet harganya Rp 139.500. kayaknya sih lebih murah dari pada beli di RS, hehe

Suntik Gonal F pertama dilakukan hari Jumat malam tanggal 5 Feb 2016 (MH4) dibantu dr. Gleny tetangga rumah (ongkos dokter 20rb). Suntik kedua hari Minggu malam tanggal 7 Feb 2016 (MH6) di IGD RSUD Kebumen pas mudik long weekend libur imlek (ga bayar alias gratis hehe). Suntik Gonal F sih ga sakit, tapi begitu obatnya masuk alamak rasanya... efek suntik Gonal F yang ku rasakan adalah mencul jerawat kecil-kecil di dahi. Oiya, suami tetep minum Biosan resep bulan kemarin (30 tablet bo!)

Hari selasa, 9 Feb 2016 (MH8) adalah jadwal suntik Gonal F yang ketiga sekaligus konsultasi dokter. Biarpun lelah lanjut terus (Luar kota terus sejak 3 Feb 2016 hehe). Kami berangkat jam 15.00 sampai di Gladiool jam 19.00. Dapat antrian no 13 sudah dipanggil sampai no 10. Oiya, ga lupa aku p*p*s dulu biar pas USG trans V lebih jelas. Nunggu ga terlalu lama kami dipanggil (teh nya belum sampe abis diminum. Di Gladiool disediain meja teh jadi bisa bikin teh sendiri). Ketemu dr. Doddy, review dikit, lanjut liat sel telur. Alhamdulillah keliatan 2 folikel ukuran 1,08 dan 1,03 cm di salah satu indung telur ku dan disalah satunya lagi terlihat folikel lebih banyak, ada 6 kalo ga salah inget dan yang besar berukuran 1,5 dan 1,51 cm. Ketebalan rahim terukur 0,57 cm. Dari ekspresi dr. Doddy sepertinya kondisiku cukup memuaskan.

Akhirnya tetep diberi suntikan Gonal F (dilakukan di IGD setelah konsultasi selesai) dan diberi jadwal tes urin untuk cek hormon LH (tes kesuburan). Aku juga diresepin ovidrel untuk disuntik pada hari Kamis, 11 Feb 2016 jam 06.00 dan dijadwalkan untuk sperma preparation dan OPU pada hari Jumat, 12 Feb 2016 jam 10.00 dan 15.00. Suntik ovidrel bisa dilakukan di rumah sama kaya suntik Gonal F kemarin jadi ga perlu bolak balik ke RS.

Selesai urusan di Gladiool udah jam 20.30 kami langsung ke masjid agung dan lanjut makan malam di alun-alun. Abis makan, langsung pulang. Jadi, rincian biaya kali ini:
Dipthen 10 tablet 139.000
Registrasi 25.000
Konsultasi 250.000
USG 150.000
Rawat jalan (untuk injeksi ovidrel) 25.000
Gonal F 75 iu 1 ampul 710.000
Ovidrel 250 (6500 iu) 1 ampul 830.000
Baby test 1 pak (test LH) 60.000
Jadi total 2.178.500
Tahap sebelumnya 2.395.000
Jadi total sampai sekarang 4.573.500
Anggap saja setiap kali kunjungan ke Gladiool membutuhkan biaya 300.000, sdh 2 kali kunjungan jadi 600.000 dan biaya suntik Gonal F di dokter setempat 20.000
Sehingga total biaya yang sudah dikeluarkan 5.193.500

Perjalanan baby program ini kalau dibilang melelahkan tentu saja iya. Bersyukur suami tegar. Meski aku tau perjuangan ini juga berat baginya. Pernah ia memelukku suatu malam sambil berbisik sungguh ia tak tega melihatku berjuang melalui berkali-kali suntikan dan obat-obatan. Beberapa kali ia juga tidak bersedia menemaniku di ruang tindakan karena tidka tega. Aku terharu. Sungguh kasih sayangnya padaku begitu besar. Aku merasa berharga. Merasa bahagia. Kami menjalani semua ini lebih banyak dalam diam. Hanya saling menguatkan melalui genggaman tangan sambil berusaha mengungkapkan segala keresahan hati. Semoga langkah kami mendapat ridlo Ilahi.. aamiin..

Oke, besok ku update lagi kalo udah OPU ya.. semangat!

Senin, 01 Februari 2016

Baby Program

Fix. bismillah. diputuskan kami akan baby program. sebenarnya sudah sejak vonis itu, kami sdh memutuskan melangkah sesuai saran dokter. tapi belum pasti kapan dan dimana. selain itu, kami juga perlu waktu untuk mengumpulkan biaya yang ga sedikit itu. akhir tahun 2015 kemarin kami sudah menyusun resolusi 2016 dimana salah satunya adalah baby program dan renovasi rumah. baby program direncanakan mulai Januari 2016 sementara renovasi rumah mulai Maret 2016. Oke, soal renovasi ku ceritakan lain kali ya..

oke. memasuki bulan Januari 2016 kami udah persiapan. setelah konsultasi via fb, maka diputuskan kami dateng pada hari ke-9 yaitu tgl 19 Januari 2016 kemarin. hari Senin, 18 Jan 2016 aku di Jogja ngurus pendaftaran yudisium. tapi ternyata ga bisa langsung pulang. akhirnya kami sepakati ketemu di Magelang aja hari Selasa sore karena jadwal konsultasi dokterku mulai jam 5 sore. selasa, 19 Jan 2016 sore setelah perjuangan kalang kabut ngurus pendaftaran yudisium aku langsung kabur ke Magelang. kami janjian ketemu di Artos. Begitu ketemu dan langsung menuju Gladiool. sempet nanya dulu karena ini first time kami kemari.

jam 19.30 sampai di Gladiool kami langsung ke pendaftaran. melalui prosedur pendaftaran biasa (pertanyaan standar, timbang BB, ukur tekanan darah). oiya, hasil pemeriksaan sebelumnya jg dibawa (USG, HSG, Analisa Sperma). oke, waktunya menunggu. karena kunjungan pertama dan belum pengalaman, kami terpaksa kelaparan. duh, mana ga bawa cemilan dan ga ada warung dekat (atau ga tau hehe). syukurlah nunggu dipanggil ga terlalu lama, sekitar 1 jam an lah.

masuk ke ruang praktek dr. Doddy saling menyapa dan mulailah kami berdiskusi. mendengar cerita ku dr. D langsung paham maksud kami. oke, kita lihat dulu yuk. USG trans V ini bukan yang pertama buatku. tapi tyt aku ttp kaget waktu kena alat USG nya (Duh, jadi malu). ternyata eh ternyata sel telurku tampaknya sudah pecah, hanya terlihat sel telur kecil-kecil yang diduga dr. D calon telur bulan depan. Karena sel telur udah pecah, maka baby program tidak bisa langsung dimulai, harus menunggu siklus bulan depan. aku diberi resep aja untuk persiapan bln depan: Dipthen 1x2 kapsul mulai hari mens ke-3 selama 5 hari; suntikan Gonal F 75 iu pada hari ke-4, ke-6 dan ke-8 mens. dan suami diberi resep Biosan 1x1 tablet karena meskipun normozoospermia, gerakan nya kurang. dijadwalkan pula kontrol pada hari ke-8 mens untuk memantau sel telur sekaligus suntikan Gonal F 75 iu. yang membuat bahagia karena ga perlu bolak-balik adalah suntikan Gonal F 75 iu pada hari ke-4 dan ke-6 boleh dilakukan sendiri atau meminta bantuan tenaga medis setempat. Dipthen juga boleh ku beli di Pekalongan aja. Jadi, rincian biaya pertemuan pertama ini:

Registrasi 25.000
Konsultasi 240.000
USG 150.000
Pengantar rawat jalan (untuk injeksi Gonal F 75 iu) 20.000
Gonal F 75 iu (2 ampul) 1.420.000
Biosan 30 tablet 540.000
Jadi total 2.395.000
Belum termasuk biaya perjalanan :)

Sementara menunggu tamu bulanan dulu. Kemungkinan sih awal Feb. Doain ya....

Ok, segini dulu. nanti diupdate lagi.

Ridloi langkah kami ya Allah...

Sabtu, 31 Mei 2014

Step One

Ceritanya, tgl 23-25 Mei 2014 kantor piknik ke Jogja. Wuaahhh, hepii deh. Berangkat dari Batang tgl 23 Mei jam 9 malem, sampai Jogja subuh. Destinasi pertama ke pantai Indrayanti, lanjut ke goa Pindul buat susur goa dan ban rafting. Seruuuu... dan aku komplit basah kuyup. Hari diakhiri dengan mampir ke amplas karena sandal kesayangan ku jebol. Menginap di wisma MM UGM yg nyaman.. 

Hari kedua diawali dengan sarapan sampai kenyang dan lanjut ke touring merapi pake jeep. Asiiik. Seruu.. dan tuntas narsis, hahaha.. puas di merapi, pindah ke kebun buah naga. Sayangnya aku g kebagian buah naga buat oleh-oleh, hehe.. gpp. Yang penting tetep narsis :p Perjalanan dilanjut ke malioboro. Jalan kaki ampe gempor, belanja, dan telat balik ke bis, hehehe.. maap. Dan ketika rombongan beranjak pulang, aku tetep tinggal. Aku cuti bo! 3 hari! Dan dengan byk nya hari kecepit, maka rencana pulang ku adalah minggu depan. Yeay!!

Rencana awal ku di Jogja adalah: ngerjain tesis. Yup. Penuh konsentrasi aku belajar. Meski tidak mudah buat ku. Tapi selama di Jogja, aku bisa belajar smp jam 4 pagi, lo. Rekor...  di sela-sela belajar ku itu, aku kepikirian, mumpung di Jogja, ga ada salahnya sekalian periksa ke Klinik Permata Hati nya RSUP dr. Sardjito. Oke. Senin, 26 Mei aku kesana. Sendirian. Bismillah... Oiya, Haid terakhirku tgl 22 Mei, jadi pas kesana itu hari ke-5. Aku berangkat jam 10 lewat, perjalanan sekitar 15 menit (termasuk jalan dari parkiran dan tingak tinguk), diproses pendaftaran jam 11.45, dan dipanggil masuk jam 12-an, alias ga lama sodara-sodara. Oke, aku dipanggil masuk, ganti sandal, dan.. first meeting dg dokter Dwi Haryadi, Sp.OG (K). Hmm.., dokter nya masih muda sekitar 45 th (tyt bener lo, kelahiran thn 1969).

Dokter bertanya keluhan ku singkat, dan aku juga jawab singkat. Intinya, sudah 6 thn menikah, dan aku pengen punya anak . Dengan cepat dokter menanyakan riwayat kesehatanku. Mulai dari siklus menstruasi sampai ada tidaknya alergi juga riwayat penyakit dalam. Alhamdulillah semua aman. Pak dokter sopaaan banget, pake minta ijin buat USG trans V. Aku oke, dan diminta buang air kecil dulu. Daaan, inilah pengalaman pertama ku USG trans V. Liat alatnya, aman, ga takut. Pertama jelas kaget dan perasaan tak nyaman muncul. Tapi dokter memintaku liat ke layar, jadi lama-lama aku rileks. Di layar dokter nunjukin, ini rahim, trus apa gitu yg kanan sama yg kiri. Semua terlihat normal. Alhamdulillah.. Pemeriksaan USG trans V selesai dan sama sekali tidak sakit, dokter meminta ku untuk pemeriksaan lanjutan. Dan sesuai dengan dugaan ku, pak dokter yg ramah banget itu memintaku untuk HSG. Oke, mari kita jadwalkan. Dokter memberi range waktu tgl 29 – 31 Mei yang artinya itu hari ke 8 – 10. Aku tidak diberi obat apapun, dan pemeriksaan hari itu selesai dengan diagnosa infertil primer 6 tahun, diminta HSG dan kontrol kembali tgl 2 Juni. Keluar dokter ruang periksa, menyelesaikan administrasi, dan langsung bawa surat pengantar dokter ke bagian radiologi buat minta jadwal HSG.

Oiya, hari pertama ini biayanya habis Rp 414.000,- (pendaftaran 12.500, konsultasi dokter 115.000, dan USG trans V 286.500). balik lagi ke radiologi, krn tgl 29 dan 31 itu hari libur, maka aku dijadwalkan HSG tgl 30 Mei. Setelah dapet jadwal aku pulang. Sampai tahap ini, semua masih baik-baik aja. Selama menunggu hari untuk HSG, aku balik ke kesibukan semula. Buka jurnal, belajar smp puyeng, hehehe..

Tarararara... hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Jam 7 pagi hari Jumat, 30 Mei aku siap-siap ke Sardjito. Ternyata oh ternyata, antrinya panjaaaang. Berkas pendaftaran ku jam 8,30 tapi diproses jam 09.45. Untungnya aku ga kurang akal. Jam 9.15 namaku blm dipanggil juga di bagian pendaftaran, aku ke ruang periksa yang udah kasih jadwal. Tanya ini itu, dan langsung dikasi resep obat yg harus ditebus buat HSG. Jadi, sambil nunggu berkas pendaftaran ku, persiapan HSG ku juga jalan.

Selesai urusan administrasi, dokter Ari yang akan menangani HSG ku memberi penjelasan tentang proses HSG yang akan dilakukan, bla bla bla, dan aku diminta menandatangani pernyataan. Selama ada yg belum jelas, aku bebas bertanya dan dokter menjelaskan dengan sabar. Oke, mari kita masuk ke the real battle. Aku sudah browsing apa itu HSG dan langsung khawatir proses nya sakit. Lutut ku sudah lemas, campuran antara takut dan berani. Aneh kan? Dan mulailah aku dipersiapkan, pake baju bedah, berbaring di meja besar, difoto awal. Dan mulailah sesi yang mendebarkan. Well, awalnya aku takut dan malu-malu. Jelas sekali tidak nyaman dan aneh. Tapi berulang kali dokter Ari dan yang bantu (dokter juga ya atau bukan?) memintaku untuk rileks, dan buka kaki selebar-lebarnya. Aku berusaha nurut, meski ga mudah, dan berkali-kali menyusahkan. Lalu ada dokter senior dateng dan menyapa. Aih aih... ni para dokter kok ramah banget ya. Dan mulailah aku rileks. Kuturuti semua kata dokter. Dan... selain rasa tak nyaman ketika kateter dimasukkan tidak sakit lo. Jangan senang dulu, pertunjukan belum selesai. Dan sesi pemotretan pun dimulai. Dokter Ari sudah mengingatkan bahwa mungkin akan muncul rasa mules. Dan benar saja, begitu cairan kontras dimasukkan, mules nya ngalahin kalo lagi dapet. Tapi masih bisa ditahan, kan cuma sebentar.. posisi depan, miring kiri, dan miring kanan. Dan olala, cairan kontras 20 ml yang digunakan ternyata kurang. Jadi, nambahlah tagihan cairan kontras ku. Selesai, kateter dilepas dengan hembusan napas panjang ku, dan tidak sakit. Sekali lagi, semua proses, disamping rasa tidak nyaman yang jelas muncul, tapi tidak sakit . Dan selama proses tersebut, selain dokter Ari dan yang bantu, juga operator alat, dokter senior juga memantauku dari awal dengan wajah ramahnya. Berulang kali aku bertanya dan dokter menjawab dengan jawaban yang menentramkan. Senangnya...  dan jam 10.30 semua proses udah beres.

Oiya, administrasi pendaftaran biayanya 2.000 ditambah tindakan HSG biayanya 154.250 jadi totalnya Rp 156.250,-. Kemudian obat yang harus ditebus untuk proses HSG sebesar Rp 161.700,- dan cairan kontras tambahan (karena kurang) sebesar Rp 90.350,-. Jadi total hari ini sebesar Rp 408.300,-.

Selesai semua proses, aku merayu dokter agar hasilnya bisa ku ambil hari ini juga, karena besok aku harus pulang ke batang dan tgl 2 Juni yang seharusnya aku kontrol ke dokter Dwi aku harus ke Bandung. Alhamdulillah dijanjikan bisa diambil jam 4 sore. Jadilah jam 3.15 aku balik lagi ke Sardjito, ambil hasil HSG dan langsung telp dokter Dwi agar bisa konsultasi di tempat prakteknya. Dijanjikan jam 5 sore di klinik An-Nissa. Cuuuzz.., sampailah aku disana, sudah ada 3 pasien, 1 sedang diperiksa, yang 2 sedang antri. Begitu adzan magrib aku solat sambil menunggu giliran dipanggil ke ruang dokter. Ga lama, aku dipanggil masuk. Dokter ramah menyapaku sambil menanyakan mau ke Bali ya, engga dok ke Bandung. Dokter tertawa, sama-sama B nya. Dan mulailah kami membahas hasil HSG tadi. Suami ikut ndengerin lewat telp.

Daaaaan... kesimpulan nya adalah: kedua tuba ku non patent alias buntu total mulai dari pangkal. Well, aku sudah baca hasilnya jadi ga kaget. Dan mulailah kami membicarakan apa yang harus dilakukan. Pilihan ku hanya dua: laparoskopi atau bayi tabung. Kalau laparoskopi maka akan dilakukan pembedahan (meski minimal) untuk melihat apakah sumbatan nya masih bisa dibuka. Kalau masih ya berarti dibuka, tapi kalau tidak berarti pilihanku kembali ke bayi tabung. Melihat kasus ku yang buntu mulai dari pangkal, maka menurut dokter ini sudah kronis, artinya sudah menahun, artinya lagi, sudah sulit mencari penyebab awalnya, yang artinya pula sulit penyelesaiannya. Dokter juga menyampaikan bahwa menurut pengalamannya, penyumbatan yang bisa dibuka itu biasanya 1/3 atau maksimal ½ dari saluran tuba. Yang mana pada kasusku, sepanjang tuba ku buntu sehingga itu pekerjaan sangat besar. Lalu kenapa dokter menyarankan laparoskopi? Karena sebagai bentuk ikhtiar, siapa tahu masih bisa dibuka, meski dokter tidak yakin. Dan pembicaraan selanjutnya mulai teknis, kalau laparoskopi kapan bisa dilakukan, dan kalau bayi tabung kapan bisa dimulai prosesnya. Jelas perkara besar ini harus dipertimbangkan masak-masak. Konsultasi diakhiri dengan dokter memberiku pengantar laparoskopi di klinik Permata Hati atau kalau mau bayi tabung aku tinggal dateng aja ketemu dokter. Biaya konsultasi Rp 55.000,-

Keluar dari ruang praktek, aku masih lanjut telp sama suami sampai setengah jam lebih. Lalu aku pulang. Sepanjang perjalanan naek motor, aku nangis. Kecewa, jelas. Sedih, jelas. Pertanyaan kenapa terjadi padaku, jelas. Meski pertanyaan itu ku buang jauh-jauh. Well, aku tau aku istimewa. Tapi aku ga mungkir kalau aku sedih. Mental ku dari awal siap untuk inseminasi buatan yang artinya kedua tuba ku patent. Tapi sekarang pilihan ku hanya dua. Dua pilihan yang sama-sama sulit. Dua pilihan yang sama-sama mahal. Entahlah. Belum dibahas lagi. Aku hanya yakin bahwa Alloh selalu memberi yang terbaik untuk ku.. Yassir umuuronaaa... aamiin..

Rabu, 12 Februari 2014

Minggu, 29 Desember 2013

Moments i do not want to forget

Udah lama bgt sbnrnya pgn jalan-jalan ma suami. Semacam honey moon yg tertunda ato emg dasar hobi jalan-jalan?? Hahaha.. oke, disepakatilah ke jogja, sekalian urusin kampus..

Berangkat dr Batang hr Kamis pagi 26 des.. sampai jogja mas wawan nginep d mas aba, n aku nginep d kos ihya. Dan petualangan pun dimulai...*drumroll..

Hr jumat pagi capcus lah aku k kampus. Urus ini itu, selesai, lgs go. Pertama adalah ke gramedia (di luar skenario) meski lg ada bazar, tp tyt kami keluar tanpa bawa sebiji pun buku, wkwkwk.. setelah makan siang di roemi lanjut lah kami ke boko. O la la... cuaca cerah pas bgt buat menikmati sunset. Serasa pacaran lg. It was the best sunset i've ever seen with him :) dan.. hr itu diakhiri dg makan malam di pak toat (selera tak pernah berubah)

the next day, hari Sabtu, 28 des setelah urusan kampus selesai awal nya mau ke taman sari. Tapi tyt kami ke ulen sentalu dulu. Suerr, the must visit one! love it! Perkenalan singkat dg dinasti mataram.  Dilanjut makan siang sate kelinci, dan meluncur lah kami ke taman sari. Nyesel jg di taman sari kami ga pake jasa guide, jd ngasal kan akhir nya... yang penting poto-poto. Hahaha, teteeeep... Menjelang magrib, ni perut udh protes aja. Akhirnya makan deh di kedai rakyat jelata. Ditemani lantunan lagu-lagu mas djaduk ferianto, makan malam itu menjelma menjadi the best romantic dinner with him :) love it!! Daann, hari blm berakhir, kami tutup dgn nonton berdua... aih aih.. sempurna!! Alhamdulillah...
Masih ada hari esok :p

P.s.: sebenarnya ke taman sari dan makan malam nya tidak hanya berdua, tapi demi terlihat mesra, maka dua adek super rempong terpaksa tdk ditampilkan dalam kisah ini :p

On holidays ticket:
boko @25k parkir 2k
Ulen sentalu @30k parkir gratis
Taman sari @4k parkir 2k
Sate kelinci 15tusuk dan teh botol 28k
Makan malam berempat 52k
Nonton @50k parkir 2k
*wkwk tyt yg tradisional lbh murah drpd yg modern :p

Rabu, 27 November 2013

Renungan

Gusti Allah Maha Adil. Sungguh. Aku sangat percaya. Aisyah istri Kanjeng Nabi SAW tidak dikaruniai putra. Tapi Beliau jelas masuk surga. Lha kita2 ini??? Kelak siapa yg mendoakan ku? Siapa yg akan bersaksi untuk ku? Galau. Sungguh. Jk byk kwn yg bljr dr hadir nya si kecil di tengah keluarga mrk, aku hy termangu. Aku hrs belajar sendiri untuk sabar, nrimo, lapang dada, hingga husnudzon. Itu sulit kawan. Sungguh. Jk sebagian lg diberi keterbatasan nafkah duniawi, tp semangat itu ttp ada, demi wajah2 polos mereka. Tp aku? Alhamdulillah, tak pernah kekurangan, tp kebahagiaan itu blm sempurna, kawan... saat ini aku hy bs iri. Salahkah??? Sungguh perasaan yg ku benci, tp aku tak kuasa menyisihkannya. Perlahan namun pasti, rasa itu muncul. Membuatku sekali lg merasa sunyi.. dan betapa berat rsnya menghadapi dunia. Tapi suamiku tercinta selalu menyanyikan lagu ini untuk ku:
Hadapi dg senyuman, semua yg terjadi, biar terjadi....
Hadapi dg tenang jiwa, semua kan baik-baik saja....
Bila ketetapan Tuhan, sudah ditetapkan, tetaplah sudah....

Ya Allah... cukupkah kesabaran kami menerima ketetapan Mu menjadi bekal kami menemui Mu??? Menemui kekasih yg selalu kami rindu, Kanjeng Nabi SAW???
Engkaulah tempat kami berserah... Ijinkan kami senantiasa dalam cinta Mu..
Amin... 

Kamis, 14 November 2013

30 (tiga puluh)

Selamat ulang tahun. Kemarin. 13-11-2013. Genap usia ku 30 tahun. Hari ultah biasa aja sih. Tapi angka 30 kok terasa istimewa banget jadi nya ya.. tidak ada yg istimewa pas hari H. Bangun pagi biasa. Ritual biasa juga. Ngantor seperti biasa. Dan pulang biasa lagi. Masak buat suami lanjut nonton tv sampe ngantuk. Trus tidur biasa pula. Sederhana.

Yang istimewa adalah perasaan ku sepanjang hari. Bersyukur tak henti2. Hidupku terasa penuh rona warna dan bahagia. Semua jadi istimewa. Sungguh aku bersyukur sudah sampai di titik 30. Meski rasanya belum berbuat apa2. Meski rasanya masih banyak mimpi yg blm terwujud. Tapi sungguh aku bahagia. Angka itu menari-nari sepanjang hari. Menjadi lentera bahwa hari esok yakin akan jauh dan jauh lebih baik. 30 tahun telah terlewati. Begitu banyak syukur yang harus terucap. Sungguh benar, jika kita hitung nikmat yang telah kita terima, sama sekali kita tak bisa menghitungnya. Bagai bintang di langit, nikmat itu tak terkira banyaknya. ‘Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.

Besok-besok kalau ngerasa Tuhan tak adil, inget2 ini yaaa.. 30 tahun berlalu. Ada suka ada duka. Situasi kayak gini, yang keinget sukaaaa mulu. Duka ada. Tp tyt tak sebanding dengan semua karunia yang telah kunikmati. Lahir sempurna. Luar biasa. Bisa nangis terharu kalo inget itu. Selamat melalui 30 tahun ini. Meski masih banyak ketidaksempurnaan, tapi bukankah semua itu menjadi cambuk agar 30 tahun yang akan datang harus lebih baik dilalui? 30 tahun sudah. Ibarat kata orang, maka aku dewasa. Tahapan kehidupan juga sudah terlalui sebagian. Ihda kecil yang cuma main doank, ngerjain adek2, bandel tapi pinter (*ngeles). Masa SMP mengenal temen2 yg buanyak. Sungguh bahagia. Serasa mau jadi apa aja bisa (*jadi wonder woman, kaliii..). Kesasar di terminal terboyo sampai curi2 waktu buat jalan2 ma temen2. SMA? Biasa aja, hahaha... ya gitu deh... Jadi provokator bolos, selebihnya sih anak baek dan rajin kok. Kuliah, jangan tanya. Nonton midnight (*oh tidaaakk), jatuh dari motor tiap bulan, dihipnotis di angkot (*dg tampang ikhlas tak kasi duit 3000. Secara yg hipnotis ga liat apa kalo aku cm mhs yg lg kehabisan uang saku, xixixi..), TePe2 kemana-mana, maen kemana-mana, yang penting bon makan ga dimana-mana, piss.. 30 tahun yang indah.

Mengenalnya membuat hidupku semakin indah. Awal-awal sih jelas nyebelin banget. Udah ga ganteng kepedean pula (*siap2 ditimpuk ntar malem nih). Tapi banyak yang kemudian ku syukuri. Sungguh. Dia mengajari ku banyak hal dalam hidup. Dia memberi perspektif baru yang selama ini tak pernah ku lirik. Dia memberi warna-warni yang sangat indah. Warna indah itu lengkap dengan hitam nya lo yaa.. He is whom i can’t life without. 30 tahun sempurna buatku. Alhamdulillah. Masih ada 30 tahun lagi yang harus diisi dengan lebih sempurna. Harapan dan impian yang tertunda semoga lekas tercapai. Graduate and babies? Amin amin ya robbal ‘alamin..

Rabu, 06 November 2013

Happy b-day my lil sist

Selamat ulang tahun adek ku sayaaaang... moga selalu dilimpahi keberkahan dan keselamatan.. moga selalu dalam lindungan Nya..
Luv u much much

What a wonderful life

He is 'back'. Tyt sangat membahagiakan. Banget. Kenyataan nya, dia sedih aku sedih, dia senang aku senang. Keseret2 lah pokoe. Dan hari ini aku bahagia.... :)

Rabu, 03 April 2013

sudah april

sungguh waktu berlalu tanpa permisi apalagi berbasa basi. dan... tau2 sudah april. berdebar-debar menanti hari. apa yg istimewa kali ini ya?? jujur, baru kali ini aku nyiapin sesuatu. spesial banget sih mungkin engga. tapi, semoga bermanfaat dan dia suka. duh, jd deg2an. apakah akan berjalan sesuai rencana ya.. semoga. oiya, doakan jg semoga aku makin rutin ngeblog. :)

Selasa, 29 Januari 2013

curhat lebay

sebenernya ga tau ini bawaan lagi dapet aau emang lagi banyak pikiran. oke, satu2 kita kupas bersih.

1. tesis ga terasa 6 bulan berlalu sia-sia tanpa satu halaman pun berhasil ku tulis dengan sempurna. oret2an mah buanyak banget. tapi yang jadi? ni otak kayaknya ngambek diajak kompromi. semangat memudar. hati remuk. aih aih.. kapan kelarnya.... pengen banget berubah dan segera memulai kerja keras yang tertunda. tapi.. capek selalu jadi alasan. padahal aku bener2 paham dan ngerti bahwa yang namanya berusaha itu selalu butuh energi ekstra. plissssssssssss... mana ihda yang ku kenal??? yang gigih memperjuangkan impian. balikin ihda ku, plissssss.. dan yang ku mengerti, rasa itu bener2 telah menghantuiku. iri itu harus disisihkan dulu. Alloh pasti tahu yg terbaik bagimu, da.. So, sekarang waktunya berusaha!!!!!!!!

2. kerjaan dijamin ga bakalan ada habisnya. sementara aku rada perfeksionis dg yg satu ini. pengennya semua selesai dg sempurna. sebuah dunia baru yg menyita nyaris segenap perhatianku. atokah ini hanya pelarian dari masalah no 1?? entahlah. aku keranjingan kerja. menenggelamkan diri. mencoba melupakan yg lain. gawat. pelarian ini harus dihentikan. kerjaan harus diporsikan. ahhh... aku tau..

3. you untuk kesekian kalinya hatiku perih karena iri. ada protes ketidakadilan. tapi emangnya adil tu dari sudut ku? bah. tapi aku tetep iri. sungguh besar keinginan memiliki mu. entahlah. dan pelan-pelan ternyata rasa ini menghancurkan ku.. memudarkan semangatku. menjauhkan aku dari diriku. dan aku harus terbelenggu. aku tak mau. tapi godaan mu begitu memikatku. rasa itu membuatku patah hati. kini aku pelan-pelan harus bergerak. agar rasa iri itu terkikis.

bismillah... now, teori itu sudah tersusun. next?

t e o r i

dari sekian banyak teori kehidupan.. ternyata aku tetap i r i. ..................

Selasa, 07 Agustus 2012

memori yang lalu

Tiba-tiba teringat memori di waktu-waktu yang lalu. kelucuannya, keluguannya, romantismenya... ahh, rasanya baru kemarin ku melalui masa-masa itu. tapi ternyata, waktu cepat sekali berlalu. yang baru kemarin, ternyata sudah 4 tahun yang lalu, sudah 6 tahun yang lalu, bahkan sudah 11 tahun yang lalu... inget juga kisah cinta lama. hahaha.. lucu. sekaligus membuatku tersipu. romantisme masa-masa itu.. membuatku ingin sekali mengenangnya hari ini... hahahaha...

Senin, 30 Juli 2012

iri

aku iri. dan aku benci rasa itu. tapi aku tak bisa mengelak dan lari. aku iri, sungguh iri..

Kamis, 29 Desember 2011

speechless

selalu.. selalu seperti ini...
belajar berbesar hati, belajar husnudzon, belajar qonaah...
can I?
I really hate this feeling!!!